Demi cinta

Dialah wanita bertudung lara

Dia yang dulu terseok melintasi jembatan penderitaannya, tak pernah mengeluh ataupun meronta, tidak minta dikasihani,tidak pula mengemis cinta, karena ia merasa  cinta lakon pujaannya sudah lama meninggalkannya,  bukan karena keangkuhannya tapi kerena ia tahu Yang Maha Kuasa sedang menguji nya dengan cinta.
Dia yang dulu selalu menunduk, tak berani menatap kebahagiaan di sekitarnya, bukan karena malu pada sesiapa, tidak juga pada lakonnya, karena lakon itu baginya adalah dia, tapi karena takut pada Tuhannya jika cintanya tak direstui

Ia yang tak mengerti dengan arti Cinta yang suci tapi dia merasa kasihnya pada lakonya sampai nanti sampai Allah membuatnya berhenti
Dialah wanita bertudung lara
Yang wajahnya selalu basah oleh airmata saat menghadap Tuhannya, bukan karena ketiadaannya, sebab kesederhanaan telah lama menjadi miliknya, hingga ia tidak berharap apapun dari lakon pujaannya kecuali membiarkannya menyayang dan mencinta 
 Dialah wanita bertudung lara
Kini ia belajar tersenyum , bukan untuk berpura pura,tapi menghibur dirinya bahwa Tuhan tak pernah melupakannya, dan selalu merindukan rintihannya.  
Kini senyumnya  amat lirih dan bersahaja, yang selalu menghibur dirinya dengan kata "baik-baik saja" sungguh tak sebanding dengan keangkuhan lakon pujaannya.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayam Brazil

Surat kecilku

PUISI, MERANGKAI KATA