Puisiku

KUBIARKAN DIRIMU
Akan selamanya begini?
Bagiku  tak ada batas antara kau dan diriku
Kau antara kulit dan dagingku
Kau adalah darah yang mengaliri seluruh tubuhku
Kau seperti detak bagi Jantungku
Bagai airmata dalam tangisku
Bagai keringat dalam kelelahanku
Jadi  tak mungkin bagiku memisahkanmu dari hidupku
Tak mungkin bagiku menghentikanmu
Karena Mengaliri itulah kebahagiaanmu dari Tuhanmu 
Kebahagiaanmu yang membuatku merasa hidup

Sebab jika kau sakit, kau akan lebih menyakiti aku
Ketiadaanmupun membuatku sakit, bahkan kaku
Maka aku membiarkan mu terus ada dan mengalir kemana kau suka
Sesuka hatimu, semaumu mencari keahagiaamu pula
Sebenarnya itu sering mengganggu kenyamananku
Membuyarkan kebahagiaanku yang sebenarnya belum pernah ada
Kau tau aku sedang membangunnya

Tapi aku lebih peduli kebahagiaanmu
Pada kesukaanmu, pada kebiasaanmu
Kejujuranmu padaku, membuatku tak mampu membiarkanmu pergi
Sebenar nya itu sangat menyakitiku
Tapi aku membiasakannya
Membiasakan diriku dalam ketidaknyamanan
Membiasakan diriku dalam kesakitan
Membiasakan diriku dengan perihnya luka
Membiaskan diriku dengan airmata yang dulu tak pernah tertumpah
Membiasakan kesetiaanku padamu
Sampai aku tak tau lagi bagaimana cara mengawali kebahagian bagiku.
Dari mana harus kumulai, sedang aku tak sanggup kehilangan dirimu.
Sungguh ... Aku sangat peduli pada kebahagiaanmu
Ku biarkan dirimu bahagia
Kubiasakan diriku untuk terus menyaksikannya.



September 2014


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayam Brazil

Surat kecilku

PUISI, MERANGKAI KATA